Minggu, 27 November 2011

Sejarah Kalender Hijriyah


Pada tahun 682 Masehi, ‘Umar bin Al Khaththab yang saat itu menjadi khalifah melihat sebuah masalah. Negeri Islam yang semakin besar wilayah kekuasaannya menimbulkan berbagai persoalan administrasi. Surat menyurat antar gubernur atau penguasa daerah dengan pusat ternyata belum rapi karena tidak adanya acuan penanggalan. Masing-masing daerah menandai urusan muamalah mereka dengan sistem kalender lokal yang seringkali berbeda antara satu tempat dengan lainnya. Maka, Khalifah ‘Umar memanggil para sahabat dan dewan penasehat untuk menentukan satu sistem penanggalan yang akan diberlakukan secara menyeluruh di semua wilayah kekuasaan Islam.


Sistem penanggalan yang dipakai sudah memiliki tuntunan jelas di dalam Al Qur’an, yaitu sistem kalender bulan (qamariyah). Nama-nama bulan yang dipakai adalah nama-nama bulan yang memang berlaku di kalangan kaum Quraisy di masa kenabian. Namun ketetapan Allah menghapus adanya praktek interkalasi (Nasi’). Praktek Nasi’ memungkinkan kaum Quraisy menambahkan bulan ke-13 atau lebih tepatnya memperpanjang satu bulan tertentu selama 2 bulan pada setiap sekitar 3 tahun agar bulan-bulan qamariyah tersebut selaras dengan perputaran musim atau matahari. Karena itu pula, arti nama-nama bulan di dalam kalender qomariyah tersebut beberapa di antaranya menunjukkan kondisi musim. Misalnya, Rabi’ul Awwal artinya musim semi yang pertama. Ramadhan artinya musim panas.
Praktek Nasi’ ini juga dilakukan atau disalahgunakan oleh kaum Quraisy agar memperoleh keuntungan dengan datangnya jamaah haji pada musim yang sama di tiap tahun di mana mereka bisa mengambil keuntungan perniagaan yang lebih besar. Praktek ini juga berdampak pada ketidakjelasan masa bulan-bulan Haram. Pada tahun ke-10 setelah peristiwa hijrah, Allah menurunkan ayat yang melarang praktek Nasi’ ini:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram…” [At Taubah (9): 38]
“Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah… ” [At Taubah (9): 39]
Dalam satu tahun ada 12 bulan:
1. Muharram
2. Shafar
3. Rabi’ul Awal
4. Rabi’ul Akhir
5. Jumadil Awal
6. Jumadil Akhir
7. Rajab
8. Sya’ban
9. Ramadhan
10. Syawal
11. Dzulqa’idah
12. Dzulhijjah
Sedangkan 4 bulan Haram, di mana peperangan atau pertumpahan darah dilarang, adalah: Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Peristiwa Hijrah sebagai Tonggak Kalender Islam
Masalah selanjutnya adalah menentukan awal penghitungan Kalender Islam ini. Apakah akan memakai tahun kelahiran Nabi Muhammad  seperti orang Nasrani? Apakah saat kematian beliau? Ataukah saat Nabi diangkat menjadi Rasul atau turunnya Al Qur’an? Ataukah saat kemenangan kaum Muslimin dalam peperangan?
Ternyata pilihan majelis Khalifah ‘Umar tersebut adalah tahun di mana terjadi peristiwa Hijrah. Karena itulah, kalender Islam ini biasa dikenal juga sebagai kalender Hijriyah. Kalender tersebut dimulai pada 1 Muharram tahun peristiwa Hijrah atau bertepatan dengan 16 Juli 662 M. Peristiwa hijrah Nabi sendiri berlangsung pada bulan Rabi’ul Awal 1 H atau September 622 M.
Pemilihan peristiwa Hijrah ini sebagai tonggak awal penanggalan Islam memiliki makna yang amat dalam. Seolah-olah para sahabat yang menentukan pembentukan kalender Islam tersebut memperoleh petunjuk langsung dari Allah. Seperti Nadwi yang berkomentar:
“Ia (kalender Islam) dimulai dengan Hijrah, atau pengorbanan demi kebenaran dan keberlangsungan Risalah. Ia adalah ilham ilahiyah. Allah ingin mengajarkan manusia bahwa peperangan antara kebenaran dan kebatilan akan berlangsung terus. Kalender islam mengingatkan kaum muslimin setiap tahun bukan kepada kejayaan dan kebesaran islam namun kepada pengorbanan (Nabi dan sahabatnya) dan mengingatkan mereka agar melakukan hal yang sama.”
Referensi: Fimadani.com

Kamis, 24 November 2011

PENDIDIKAN KARAKTER



Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar, 2000), ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan.

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

Pendidikan Karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.  Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

Terlepas dari berbagai kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia, apabila dilihat dari standar nasional pendidikan yang menjadi acuan pengembangan kurikulum (KTSP), dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah. Pembinaan karakter juga termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahannya, pendidikan karakter di sekolah selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai, dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur,  jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan.  Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik  (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada grand design tersebut.

Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari, atau kurang dari 30%. Selebihnya (70%), peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu, pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik.

Selama ini, pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif  tinggi, kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga, pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar, dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa berpengaruh negatif terhadap perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu, yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Dalam hal ini, waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai, terutama dalam pembentukan karakter peserta didik.

Sumber referensi: Kemendiknas, 2010

Rabu, 03 Agustus 2011

Keutamaan Malam dan Hari-Hari Pada Bulan Ramadhan


Marhaban ya Ramadhan. Alhamdulilah saat ini kita sudah memasuki kembali pada bulan yang penuh berkah dan pengampunan. Sekedar ingin menshare artikel tentang keutamaan pada malam dan hari-hari pada bulan Ramadhan. Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sekiranya kalian mengetahui apa yang akan kamu dapatkan di bulan Ramadhan, niscaya kamu akan menambah rasa syukur kalian kepada Allah swt”.
Pada malam pertama Ramadhan : Allah swt mengampuni semua dosa yang tersembunyi dan yang terang-terangan, meninggikan beribu-ribu derajat, membangunkan untuk kalian lima puluh ribu kota di surga.
Pada hari kedua : Allah swt mencatat setiap ibadah kalian seperti ibadah satu tahun dan pahalanya seperti pahala seorang nabi, mencatat puasa kalian seperti puasa satu tahun.
Pada hari ketiga : Allah swt memberi kalian setiap rambut di tubuh kalian taman permata yang indah di surga Firdaus, di atasnya dua belas ribu rumah dari cahaya, di bawahnya dua belas ribu tempat tidur dan di setiap tempat tidur ada bidadari, setiap hari seribu malaikat berkunjung dan setiap malaikat membawa hadiah untuk kalian.
Pada hari keempat : Allah memberi kalian di surga Khuld tujuh puluh ribu istana dan di setiap istana terdapat tujuh puluh ribu rumah, di setiap rumah terdapat lima puluh ribu tempat tidur dan di setiap tempat tidur terdapat bidadari, dan setiap bidadari memiliki seribu perhiasan yang lebih baik dari dunia dan segala isinya.
Pada hari kelima : Allah swt memberi kalian di surga Al-Ma’wa beribu-ribu kota, setiap kota terdapat seribu rumah, di setiap rumah terdapat seribu meja makan, di atas setiap meja makan tujuh puluh ribu tempat makanan, di setiap tempat makanan tujuh puluh macam makanan yang tidak sama satu dengan yang lain.
Pada hari keenam : Allah swt memberi kalian di surga Darussalam seratus ribu kota, di setiap kota seratus perkampungan, di setiap perkampungan seratus ribu rumah, di setiap rumah seratus ribu tempat tidur dari emas yang panjang, setiap tempat tidur panjangnya seribu hasta, di atas tempat tidur terdapat bidadari sebagai pasangan yang berhias dengan tiga puluh ribu perhiasan dari permata putih dan permata merah, dan setiap bidadari membawa seratus pelayan.
Hari ketujuh : Allah swt memberi kalian di surga Na’im pahala seperti pahala seribu syuhada’ dan empat puluh ribu orang yang benar.
Hari kedelapan : Allah swt memberi kalian pahala seperti pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan orang enam puluh ribu orang yang zuhud.
Pada hari kesembilan : Allah Azza wa Jalla memberi kalian apa yang diberikan kepada seribu ulama, seribu orang yang i’tikaf, dan seribu orang yang menyambung tali persaudaraan.
Pada hari kesepuluh : Allah Azza wa Jalla memenuhi tujuh puluh ribu hajat, dan memohonkan ampunan untuk kalian matahari, bulan, bintang-bintang, binatang yang melata, burung, binatang buas, setiap bebatuan dan bongkahan tanah liat, setiap yang kering dan yang basah, setiap binatang di laut dan dedaunan di pepohonan.
Pada hari kesebelas : Allah Azza wa Jalla mencatat untuk kalian pahala seperti pahala empat kali orang yang haji dan umrah, setiap yang haji bersama seorang Nabi, dan setiap yang umrah bersama orang yang benar dan yang syahid.
Pada hari kedua belas : Allah Azza wa Jalla menjadikan bagi kalian keimanan yang dapat merubah keburukan-keburukan menjadi kebaikan-kebaikan yang berlipat-ganda, dan mencatat bagi kalian setiap kebaikan seribu kebaikan.
Pada hari ketiga belas : Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian pahala seperti pahala ibadah penduduk Mekkah dan Madinah, dan Allah memberi kalian syafaat sejumlah bebatuan dan bongkahan tanah liat yang ada di antara Mekkah dan Madinah.
Pada hari keempat belas : Kalian seperti berjumpa dengan Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Dawud dan Sulaiman, dan seperti beribadah kepada Allah Azza wa Jalla bersama setiap Nabi selama dua ratus tahun.
Pada hari kelima belas : Allah Azza wa Jalla menunaikan untuk kalian hajat-hajat dunia dan akhirat, memberi kalian apa yang diberikan kepada Nabi Ayyub; para malaikat pemikul Arasy memohonkan ampunan untuk kalian; dan pada hari kiamat Allah Azza wa Jalla akan memberi kalian empat puluh cahaya, sepuluh cahaya dari sebelah kanan kalian, sepuluh dari sebelah kiri kalian, sepuluh dari depan kalian, dan sepuluh cahaya dari belakang kalian.
Pada hari keenam belas : Allah swt akan memberi kalian pada hari kalian dibangkitkan dari kubur enam puluh pakaian untuk kalian pakai, enam puluh onta untuk kalian kendarahi, dan Allah swt mengirimkan awan untuk menaungi kalian dari sengatan panas hari itu.
Pada hari ketujuh belas : Allah Azza wa Jalla menyatakan: “Sungguh Aku telah mengampuni mereka dan bapak-bapak mereka, Aku akan lindungi mereka dari azab hari kiamat”.
Pada hari kedelapan belas : Allah Azza wa Jalla memerintahkan malaikat Jibril, Mikail, Israfil, malaikat pemikul Arasy dan Al-Karubin agar memohonkan ampunan untuk ummat Muhammad saw sampai tahun berikutnya, dan Allah Azza wa Jalla memberikan pada kalian pahala para syuhada’ Badar.
Pada hari kesembilan belas : Semua malaikat langit dan bumi minta izin kepada Tuhannya untuk berziarah ke kuburan kalian setiap hari, dan setiap malaikat membawa hadiah dan minuman untuk kalian.
Pada hari kedua puluh : Pada suatu hari Allah Azza wa Jalla mengutus kepada kalian tujuh puluh Malaikat untuk menjaga kalian dari setiap setan yang terkutuk; Allah Azza wa Jalla mencatat untuk kalian setiap hari kalian puasa seperti berpuasa seratus tahun; menjadikan parit antara kalian dan neraka; memberi kalian pahala orang yang termaktub dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qu’an; Allah Azza wa Jalla mencatat untuk kalian setiap pena Jibril (as) sebagai ibadah satu tahun; memberikan pada kalian pahala tasbih Arasy dan Kursi; dan memberi pasangan untuk kalian setiap ayat Al-Qur’an seribu bidadari.
Pada hari kedua puluh satu : Allah swt meluaskan kuburan kalian seribu farsakh, menghilangkan dari kalian kegelapan dan kesepian, menjadikan kuburan kalian seperti kuburan para syuhada’, dan menjadikan wajah kalian seperti wajah Yusuf bin Ya’qub (as).
Pada hari kedua puluh dua : Allah Azza wa Jalla akan mengutus kepada kalian malaikat maut seperti pada para Nabi saw, menyelamatkan kalian dari keganasan malaikat Munkar dan Nakir, dan menghilangkan dari kalian penderitaan dunia dan akhirat.
Pada hari kedua puluh tiga : Kalian akan melintasi shirathal mustaqim bersama para Nabi, shiddiqin dan syuhada’, dan pahala kalian seperti memberi makanan kepada setiap anak yatim dari ummatku dan seperti memberi pakaian kepada setiap yang telanjang dari ummatku.
Pada hari kedua puluh empat : Kalian tidak akan keluar dari dunia kecuali kalian melihat kedudukannya di surga; setiap kalian diberi pahala seribu orang yang sakit, seribu pahala orang yang merantau untuk mentaati Allah Azza wa Jalla; kalian diberi pahala seribu pembebasan dari keturunan nabi Ismail (as).
Pada hari kedua puluh lima : Allah Azza wa Jalla membangunkan untuk kalian di bawah Arasy seribu menara hijau, di atas setiap menara terdapat kemah dari cahaya, dan Allah Tabaraka wa ta’ala berfirman: “Wahai ummat Muhammad, Aku adalah Tuhan dan kalian adalah hamba-Ku, bernaunglah kalian di bawah Arasy-Ku di menara-menara ini, makan dan minumlah sepuas kalian, jangan takut dan jangan sedih; wahai ummat Muhammad, demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku akan mengirim kalian ke surga, kalian akan dibanggakan oleh orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir, Aku akan memberikan pada setiap kalian seribu mahkota dari cahaya, kendaraan onta yang Kuciptakan dari cahaya, tali kendalinya dari cahaya dan pada tali kendali itu terdapat seribu lingkaran yang terbuat dari emas, dan pada setiap lingkaran berdiri malaikat, dan setiap malaikat memegang tongkat dari cahaya sehingga kalian memasuki surga tanpa dihisab”.
Pada hari kedua puluh enam : Allah swt memandang kalian dengan kasih sayang-Nya, kemudian mengampuni semua dosa kalian kecuali sogokan dan hartanya; Allah swt mensucikan rumah kalian setiap hari tujuh puluh ribu kali dari ghibah dan dusta.
Pada hari kedua puluh tujuh : Kalian seperti menolong setiap mukmin dan mukminah, memberi pakaian pada tujuh puluh ribu orang yang telanjang, membantu seribu orang yang menjalin tali persaudaraan; kalian seperti membaca semua kitab yang diturunkan oleh Allah Azza wa Jalla kepada para Nabi-Nya.
Pada hari kedua puluh delapan : Allah Azza wa Jalla menjadikan bagi kalian di surga Al-Khuld seratus ribu kota dari cahaya, memberi kalian di surga Al-Ma’wa seratus ribu istana dari perak; memberi kalian di surga Al-Jalal tiga ratus ribu mimbar (tempat yang tinggi) yang terbuat dari misik, di setiap mimbar seribu rumah dari za’faran, di setiap rumah terdapat tempat tidur yang terbuat dari permata putih dan permata merah, dan di setiap tempat tidur disiapkan pasangan bidadari.
Pada hari kedua puluh sembilan : Allah Azza wa Jalla memberi kalian beribu-ribu kediaman dan di setiap kediaman terdapat menara putih, di setiap menara terdapat tempat tidur dari kafur putih dilengkapi dengan seribu permadani dari sutera hijau, di setiap permadani disiapkan bidadari yang dihiasi dengan tujuh puluh ribu hiasan, di kepalanya seribu hiasan dari permata putih dan permata merah.
Pada hari ketiga puluh : Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian setiap hari sebelumnya pahala seribu suhada’ dan seribu orang yang benar; Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian seperti beribadah lima puluh tahun; Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian untuk setiap hari seperti puasa dua ribu hari, dan mengangkat derajat kalian setinggi derajat orang-orang yang mulia; Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian keselamatan dari neraka dan melintasi shirath, dan keamanan dari azab. Di surga ada sebuah pintu yang tidak dibuka hingga hari kiamat, kemudian dibukakan untuk orang-orang yang puasa laki-laki dan perempuan dari ummat Muhammad saw; kemudian penjaga surga, malaikat Ridhwan memanggil: “Wahai ummat Muhammad, kamarilah kalian ke pintu ini. Kemudian ummatku masuk ke pintu itu menuju ke surga. Barangsiapa yang tidak diampuni di bulan Ramadhan, maka bulan yang mana ia akan diampuni, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung”.
Hadis ini diriwayatkan dari Muhammad bin Ibrahim, dari Ahmad bin Matuwiyah Al-Jurjani, dari Ahmad bin Abdullah, dari Sofyan bin ‘Ayniyah, dari Muawiyah bin Abi Said, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas. (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah : 81-86)
Subhanallah betapa besar nikmat Allah SWT. Moga kita lebih bersyukur dan tambah semangat dalam menjalankan ibadah-ibadah baik wajib maupun sunnah pada bulan ramadhan ini amin ya rabbal alamin..

Senin, 30 Mei 2011

Mengahadapi System Error (A duplicate name exist on the network) Pada Windows XP



Terkadang hal-hal yang tidak terduga dapat terjadi pada sistem komputer kesayangan kita. padahal didalamnya begitu banyak file-file penting yang harus segera diselamatkan. tentunya apabila tidak terlalu banyak data yang penting maka kita akan menginstal ulang dan memformatnya, apakah itu tidak akan menyita waktu? belum lagi harus menginstal ulang semua software dari awal.

Yang kadang sering terjadi adalah dimana system windows error dikarena ada sebuah nama yang double. saat kita menghidupkan komputer kita maka maka akan muncul ballon pada taksbar kita seperti pada gambar berikut:


tanpa harus memformat dan menginstal ulang komputer kita ada tips untuk dapat "membenahi" masalah tersebut dengan langkah-langkah:

-   Klik kanan pada My Computer lalu pilih Properties

-   Pilih Computer Name

-   Pada Computer Description isi dengan nama yang berbeda dengan yang ada di Full Computer Name


-  Lalu apabila sudah dilakukan maka setelah itu klik Change lalu OK

-  Komputer akan meminta untuk direstart, maka klik restart untuk dapat mengaplikasikan efek nperubahan

-  Setelah komputer hidup maka komputer secara otomatis sudah berjalan dengan baik.

mungkin tips ini bisa sedikit membantu, karena ini sudah saya alami berulang-ulang ketika saya menginstal ulang laptop saya. saya berfikir apakah harus menginstal ulang lagi yang banyak menghabiskan waktu sementara saya baru saha menginstal ulang, ternyata ada trik tersembunyi di dalam windows. selamat mencoba semoga sukses!

Sabtu, 23 April 2011

Festival Jajanan Bango, Bekasi 2011

Legenda Kuliner Nusantara

Festival Jajanan Bango merupakan Festival rutin yang diselenggarakan dari tahun ke tahun oleh produsen kecap Bango. dalam festival ini banyak makanan khas Indonesia yang disajikan. mulai dari ujung barat Indonesia sampai pada ujung Timur Indonesia. berbagai masakan dan jajanan khas masing-masing daerah ada disini. pada tahun 2011 Festival Jajanan Bango ini diselenggarakan pertama kalinya di Kota Bekasi, pada hari Sabtu, 23 April 2011 di Lapangan Serbaguna Bekasi, Bekasi Timur dari pukul 11 pagi  sampai dengan 8 malam dengan tema "Legenda Kuliner Nusantara".

Antusias warga Bekasi sunggu tak bisa terbendung lagi untuk dapat segera mencicipi jajanan khas Indonesia ini. dari mulai pukul 10 pagi warga Bekasi sudah berbondong-bondong datang untuk dapat segera berwisata kuliner, walaupun banyak stand yang masih tutup. sampai-sampai untuk mecari tempat parkir kendaraanpun sulit apalagi untuk kendaraan roda empat. karena memang tidak disediakan lahan khusus untuk parkir disana, hanya ada beberapa tukang parkir dadakan yang memberi parkir di pinggir jalan sekaligus mengatur tertibnya berlalu lintas.

Venue Festival Jajanan Bango
cuaca siang hari yang begitu terik tidak membuat penggunjung untuk tidak segera melakukan aksinya untuk dapat berkeliling stand untuk melihat dan mencoba ragam dari jajanan. begitupun saya, walaupun panas matahari terasa begitu dekat tapi tidak membuat saya untuk mundur mencari jajanan yang memang belum pernah saya temui sebelumnya.

jajanan yang disajikan begitu beragam. seperti sate kambing solo, kupat tahu, mie aceh, martabak kubang, ayam bakar, pecel, tongseng goreng, gabus pucung, soto betawi, nasi goreng gila, sop kaki kambing, mie godhog bumen, bubur ayam special, es durian, es selendang mayang, es dawet dan masih banyak lagi jajanan khas yang tidak bisa di absen satu persatu.

dari sekian banyak jajana disana, mata saya tertuju pada sebuah stand yang begitu ramai yaitu Sate Buntel. sebelumnya saya hanya pernah mendengar saja tapi belum pernah merasakan kedahsyatan dari sate buntel ini. setelah saya perhatikan sangat menggugah selerasa, apalagi saya sangat suka dengan daging kambing. Sate Buntel ini adalah khas solo. daging kambing yang di cincang halus dan dibalut dengan lemak yang tipis di bakar dengan bumbu kacang yang khas, ini adalah sebuah perpaduan yang sangat mantaap, setelah dicoba rasanyaa maknyussss.... hanya dengan Rp. 10.000 kita dapat seporsi sate buntel ini.

Sate Buntel
sayangnya festival ini hanya berlangsung hanya satu hari saja, padahal minat warga Bekasi dalam acara ini sangat besar. selain waktu yang menjadi kendala ada satu lagi yaitu tempat yang becek karena disebabkan oleh hujan semalaman sebelum berlangsungnya acara. tempat berlangsung acara ini di lapangan terbuka serbaguna bekasi yang memang beralaskan tanah dan rumput sehingga apabila hujan mengguyur alhasil akan becek. dan yang terakhir adalah sarana lahan parkir kendaraan. kendaraan yang parkir di pinggir jalan membuat jalanan menjadi macet dan mengganggu pengguna lainnya. mudah-mudahan apabila ada acara-acara seperti ini lagi di Bekasi dipersiapkan lagi sebelumnya dengan matang.

Stand Peserta Festival Jajajan Bango
Memang tak ada yang bisa menandingi kuliner yang ada di Indonesia. Satu kata untuk seluruh kuliner Indonesia, Maknyusssss.......!

Selasa, 19 April 2011

Rotaract Youth Entrepreneurs Competition



Punya usaha yang ingin teman-teman kembangkan? butuh pelatihan secara matang dalam pengembangan usaha? butuh tambahan modal? beruntung sekali, karena sekarang Rotaract Jakarta Sentral sedang mengadakan sebuah kompetisi dalam pengembangan wirausaha dengan tema Sosial Entrepeneurs. Rotaract Young Entrepreneus Competition adalah sebuah program micro-funding dari Rotaract Jakarta Sentral. dengan tujuan mengembangkan segala potensi dalam kegiatan entreprenur muda di Indonesia. terkadang dalam membangun sebuah usaha itu bisa dibilang cukup mudah, tetapi apakah dalam manajemen usaha tersebut bagus sehingga dapat berkembang dengan baik? inilah yang menjadi pertanyaan besar. melihat akan kebutuhan pelatihan manajemen dalam pengembangan usaha maka Rotaract Jakarta Sentral melihat ini sebagai peluang untuk membantu teman-teman dalam pengembangan usaha.
program ini dilaksanakan sampai dua bulan kedepan dari mulai submit proposal sampai dengan final. submit proposal akan di tutup sampai dengan tanggal 4 Mei 2011, dan proposal teman-teman bisa dikirim melalui ryechallenge@gmail.com peserta yang lolos seleksi adalah sebesar 5 Finalis. setelah itu akan dilakukan training pada minggu pertama dan kedua. sesuai dengan dengan tema kita yang mengusung Sosial Entreprenuer maka pada pelatihan pertama akan dilaksanakan tentang Manajemen Berwirausaha dan pada minggu kedua akan dilaksanakan pelatihan yang berorientasi pada Manajemen Sosial dalam Berwirausaha. pelatihan ini selain untuk para finalis di buka secara umum untuk para entrepreneur muda yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi. tahap terakhir adalah Final pada minggu ke empat (4 Juni 2011) setelah submit proposal di tutup. nantinya para finalis akan mempresentasikan hasil dari proposal yang mereka buat selama empat minggu yang berkaitan dengan pelatihan yang sudah dilakukan sebelumnya dan sesuai dengan modul yang akan panitia berikan. pemenang akan mendapatkan uang tunai untuk suntikan dana sebagai penambahan modal dan sertifikat. business category yang akan kita kompetisikan adalah Fashion, Desain, Film, Video & Fotografi, Event Organizer dan Kuliner.
so tunggu apalagi, segera daftarkan usaha teman-teman ke ryechallenge@gmail.com apabila teman-teman tertantang untuk membuat usaha teman-teman lebih berkembang dari segi manajemen sampai ke sosial. info lebih lanjut dapat mengunjungi website kami di

Download Panduan Proposal Rotaract Youth Entrepreneur Competition

Minggu, 10 April 2011

Mengapa Saya Harus Menulis?

Boleh dikatakan sebagian besar mahasisiwa saat ini tidak pernah menulis sama sekali begitu juga dengan saya. Jangankan untuk menulis bahkan untuk membaca saja kadang saya suka malas. Tidak tahu apakah ini sudah jadi kebiasaan yang mendarah daging atau karena memang tidak ada waktu untuk membaca? Dalam belajar saya lebih suka apabila ada penggabungan audio visual karena anggapan saya ini lebih mudah untuk saya cerna dan tidak perlu konsentrasi yang penuh.

Hari-hari sebagai mahasiswa saya terlewatkan begitu saja tanpa memikirkan kualitas intelektual yang saya miliki sampai satu hari sayapun tersadar di jenjang pendidikan saya yang D3 ini apakah mampu bersaing dalam dunia kerja maupun usaha apabila saya tidak mempunyai skill sama sekali yang bisa ditonjolkan nanti. Mungkin satu kebetulan atau tidak sayapun sekarang ingin mencoba untuk menulis karena keuntungannya dalam mengasah otak dan kepekaan kita terhadap sekitar akan semakin terasah.

Dimulai ketika saya mengikuti Regular Meeting bersama Club saya yaitu Rotaract Jakarta Sentral yang menghadirkan seorang guest speaker seorang penulis dan wartawan. Pertama saya kurang tertarik akan hal itu tapi saya ingin mengetahui bagaimana selak beluk seorang penulis itu sendiri dan satu kesimpulan yang dapat saya ambil dari penulis tersebut yaitu “Apakah kita ingin hidup di dunia ini tanpa meninggalkan sebuah kesan kepada dunia?” dan kesan itu adalah sebuah tulisan atau buku kita yang bermanfaat untuk orang lain dan secara tidak langsung orang lainpun akan mengenang kita.

Pada saat itu diadakan lomba menulis kecil-kecilan dengan tema “Apa yang ingin anda persembahkan untuk club anda?” tak disangka-sangka ternyata sayapun menang dan mendapatkan sebuah buku dari penulis tersebut beserta tanda-tangannya, semangat sayapun semakin bertambah untuk belajar menulis.

Semenjak itu saya terus memikirkan hal tersebut sampai-sampai pada akhirnya seorang dosen saya yang juga penulis dan wartawan senior tersebut memberikan saya bukunya karena saya menjawab sebuah perntanyaan dari beliau. Sayapun langsung berangan-angan betapa hebatnya saya apabila bisa melakukan hal tersebut, rasa ingin belajar menulispun semakin besar yang saya rasakan.

Kebetulan dalam semester 3 ini saya mendapatkan mata kuliah Penulisan Naskah Kehumasan dan materi pertama yaitu menulis sebuah artikel. Saya akui dosen saya yang satu ini memang sangat pintar dan detail dalam setiap penulisan. Beliau mengatakan kepada saya “kenapa tidak mencoba menulis dan mengirimkannya kepada media cetak? Bukan masalah uangnya tapi apabila artikel kita diterima dan dimuat di media cetak setidaknya dari pemikiran kita ini bisa diterima oleh orang lain minimal redaksi itu sendiri. Masa redaksi dari sebuah perusahaan media cetak yang sudah berpengalaman menampilkan artikel yang tidak bagus.” Sayapun langsung berfikir benar juga perkataan beliau apakah kita tidak bangga apabila pemikiran kita sudah dianggap minimal oleh orang-orang penting yang ada di sebuah perusahaan media cetak.

Semenjak itupun saya belajar teori-teori tentang penulisan oleh dosen saya yang telah diajarkannya. Setelah saya mengetahui berbagai teori yang ada tinggal bagaimana sekarang saya mempraktekannya dan menurut saya inilah masalah besar saya yaitu malas mencoba dan merasa sibuk tidak ada waktu untuk menulis. Sayapun mengingat perkataan dosen saya lagi yaitu “kita semua punya kosa kata yang baik dalam pikiran kita masing-masing dari berbagai referensi yang kita dapat tapi sayangnya kita tidak pernah mencoba atau memaksakannya untuk keluar dalam pikiran kita dan cara yang paling baik saat ini adalah kita coba memaksakannya untuk keluar dalam pikiran kita.”

Setelah saya berfikir beberapa minggu akhirnya pada hari ini saya memutuskan untuk mencoba mempraktekan apa-apa saja teori yang sudah saya dapatkan dalam blog pribadi saya ini. Mungkin saya belum bisa mencoba dalam hal yang besar tapi saya sekarang etidaknya mencoba dalam hal kecil dulu dan bagian yang paling terpenting dari semuanya adalah bagaimana perasaan kita peka terhadap sesuatu dan banyaknya referensi terhadap hal tersebut yang membuat kita semakin semangat untuk melakukannya dan tidak hanya berdiam diri tetapi harus ada action.

Satu lagi saya ingin menyanggah sebuah pernyataan seperti ini “Penulis itu pengecut karena hanya berani dalam tulisan saja”. Pernyataan itu tidak benar keberadaannya karena apabila kita lihat dalam persperktif sebuah pemikiran yang ilmiah itu merupakan suatu cara seseorang untuk mengungkapkan sesuatu yang mereka anggap tabu, menarik, penting, dll. Karena setiap orang mempunyai cara sendiri-sendiri untuk melakukan sesuatu ada yang melalui pena dan ada yang melalui tenaga mereka. Oleh karena itu sekarang saya sebagai kaum intelektual mencoba berjuang melaluli tulisan-tulisan saya nantinya.